Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Wednesday, 3 June 2015

MODIFIKASI INAZUMA : Ganti baju Suzuki Inazuma setelah 1 tahun.

Setelah setahun lamanya Inazuma saya berwarna orange doff, akhirnya kemarin pas lagi liburan disempet2in deh buat ganti baju yang udah mulai baret2, kotor dimana2, dan sobek di beberapa tempat. Maklum, parkiran kantor dan Jakarta itu lebih kejam dari ibu tiri.


Sobekan paling banyak terjadi di spakbor depan, spakbor depan Inazuma yang gede dan panjang menyebabkan spakbor sering baret. Musuh utama terbesar adalah spakbor motor orang lain.

Thursday, 12 March 2015

MODIFIKASI INAZUMA : Loud pipe saves lives

Ya itu adalah kesimpulan saya tentang knalpot motor.

Setelah setahun berkeliaran dengan knalpot racing, akhirnya kemarin saya kembali menggunakan knalpot original. Memang ada sensasi tersendiri menggunakan knalpot original, selain torsi dan power yang merata di semua rpm, tenaga yang keluar pun berasa lebih terhambat. Tentunya tidak bersuara sama sekali. Ketika di rpm tinggi pun yang terdengar hanya raungan mesin saja.



Tuesday, 24 February 2015

Jakarta Rawan Begal

Yup, beberapa minggu terakhir ini wall Facebook, broadcast message, berita di TV, perbincangan di grup2 semuanya membahas begal motor yang beraksi dimana2. Berawal di Depok, sekarang Bekasi dan Serpong sudah mulai marak aksi pembegalan ini. Korbannya pun tidak hanya pria, namun wanita muda dan ibu2.

Ilustrasi pembegalan. Sumber tribun news

Monday, 26 January 2015

Uneg-uneg pelarangan sepeda motor melintasi Thamrin

Kali ini saya berkata Gubernur Jakarta tidak salah, hanya saja keliru ketika mengambil keputusan pelarangan sepeda motor melintasi jalan MH-Thamrin, yang kedepannya katanya bakal diperluas hingga seluruh jalan protokol Jakarta.

Diawali dengan alasan untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta, lebih tepatnya di jalan protokol, hinga alasan angka kecelakaan sepeda motor yang tinggi.

Ya, menurut saya keputusan itu keliru, seharusnya infrastruktur Jakarta dibenahi terlebih dahulu. Kenapa keliru?