2016 akhir membuat saya penasaran sama motor baru keluaran Suzuki. Yap, Suzuki yang dari dulu cuma buat ayam jago bernama Satria, yang jualannya juga sepertinya itu2 doang, yang dealernya banyak tutup dan sebagainya #curhat
Tuesday, 17 January 2017
Monday, 16 January 2017
REVIEW : Dainese Air Crono Mesh Jacket
Hi Bro and
Sis,
Dalam
beberapa minggu ke depan saya bermaksud fokus membahas apparel/perlengkapan
berkendara yang saya biasa pakai, jadi artikelnya akan saya pecah-pecah menjadi
jaket, celana, sepatu, sarung tangan, helm, pakaian inner.
Sebelum
saya mulai, saya juga ingin berpesan, perlengkapan yang baik menurut saya adalah
yang memadai
bukan yang paling mahal atau merk tertentu. Kenapa saya katakan
seperti itu, karena tidak sedikit orang yang berkomentar seperti ini ketika
saya membahas soal apparel :
“duh pake gituan kayak mau kemana aja”
“ribet bro… yang normal normal aja”
“sorry ya gw ga kemakan merek”
“kaya lu bawa kenceng aje”
“ga ada budget bro”
Dsb…
Monday, 9 January 2017
STORY : Custom Bike
Hi Bro dan
Sis,
Minggu ini
temanya CUSTOM BIKE! Mari kita potong rangka!
Motor
kustom, love it or hate it hehehe… saya termasuk grup “Love” kalau soal ini
walau ya ada suka duka lah pastinya ketika kita mengendarai motor kustom.
Saya
sendiri awalnya nyebur di dunia potong rangka kira-kira di tahun 2008, zaman
ketika Japstyle belum mewabah seperti sekarang dan bengkel modifikasi spesialis
custom biasanya hanya untuk Harley Davidson. Tahun 2008 adalah tahun dimana
saya masih aktif di Komunitas Suzuki Thunder (KOSTER) korwil Jakarta Utara
hehehe, dan saya adalah member KOSTER ke-2 yang memutuskan untuk memodif thunder
kami dengan aliran Japstyle (pada waktu itu kayanya masih extrim sekali
potong-potong rangka dan rasanya wabah dimulai di Bandung).
KOSTER
sendiri di tahun 2008 didominasi oleh rider dengan aliran touring. Box
givi/kappa, hand guard, engine guard sudah menjadi ciri khas member KOSTER…
kecuali saya hehehehe, anti-mainstream gan! Saya Cuma mau tampil beda saja
(maklum ababil). Berikut foto motor Thunder saya ketika awal join KOSTER,
silahkan di bully hehehe
Spesifikasinya
modifnya :
- Tangki Honda Rebel
- Spion aftermarket
- Lampu depan aftermarket
- Lampu tambahan izuzu panther
- Jok Custom
- Spakbor belakang second entah dari motor apa
- Sein aftermarket
- Vleg Power 17”
- Sidebox ex-motor polisi
Monday, 2 January 2017
STORY : Touring Jakarta - Tanjung Lesung
Hi Bro and
Sis,
HAPPY NEW
YEAR 2017 from PistonFork Team!
Semoga di
tahun baru ini, semua mimpi bro dan sis tercapai J
Nah di
artikel awal tahun ini, saya mau sharing nih pengalaman turing dengan rute
Jakarta – Carita - Tanjung Lesung (+/- 320km bolak balik), berhubung saya juga
sudah beberapa kali ke daerah Cilegon dan sekitarnya jadi sudah cukup pede
untuk mensharing info-info untuk anda hehehehe…
Akan
tetapi, ada baiknya sebelum anda memutuskan untuk riding jauh ada baiknya untuk
mempertimbangkan hal-hal berikut :
- Cek kesehatan fisik dan mental rider
- Cek kondisi motor, pastikan ban, rantai, kampas rem, dll berada dalam kondisi layak jalan
- Apabila anda jarang mengendarai motor anda di hari biasa, biasakan untuk melakukan penyesuaian dengan motor anda 1-2 hari sebelum keberangkatan agar badan anda terbiasa dengan berat dan karakter motor. Terutama apabila anda membawa luggage/panniers, bro Adi Wijaya yang berpengalaman touring sampai Pulau Dewata menyarankan 1 minggu full load penyesuaian untuk mereka yang touring dengan luggage/panniers
- Cek rute, meeting point, rest point dan berita lokal terkini agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan
- Buat persetujuan speed limit, baik terlambat dan tercepat, agar tidak ada yang mengatuk karena terlalu lambat dan tidak ada yang ketinggalan karena terlalu cepat
- Bawa perlengkapan emergency (makanan/minuman/P3K/perkakas) terutama KOYO!
- Jangan lupa minta izin dengan keluarga dan terutama berdoa sebelum perjalanan
Labels:
er6,
Honda,
Kawasaki,
Riding,
Safety Riding,
Satmori,
Sepeda Motor,
touring,
Versys,
Z1000
Thursday, 29 December 2016
ANGEL MY KAWASAKI ER6N
Selamat Siang Bro dan
Sis,
ER6N (versi 2012-2016)
adalah motor kelas menengah (middleweight) berkapasitas 650cc dengan
konfigurasi mesin 2 silinder dari Kawasaki. Basis mesin ER6N sendiri untuk saat
ini juga dipakai di beberapa tipe motor Kawasaki lainnya seperti Ninja650,
Vulcan650, dan verys650. Di pasar internasional ER6N sendiri diposisikan
sebagai entry-level naked bike, berhadapan dengan Suzuki SV650, Honda CB500,
KTM duke 390, dan beberapa tipe motor lainnya.
photos by Hendra
Wiradinata
Tuesday, 27 December 2016
REVIEW SINGKAT : Yamaha NMAX + Battlax SC
Yes, sudah setahun lebih Yamaha Nmax saya menggunakan ban standarnya. Enak? Lumayan enak koq, gak selicin ban bawaan motor Inazuma saya.
Pas kemaren lagi ngecek ban, eh ternyata udah kena TWI (Tyre Wear Indicator) jadilah saya berburu ban alternatif untuk Nmax saya.
Gejala ban sudah minta diganti uda muncul sebulan belakangan ini, cuma karena saya belum liat kondisi ban belakang, akhirnya saya santai2 aja..
Gejala yang timbul dari ban yang minta diganti yang saya rasakan itu :
- Ketika berada di marka jalan, motor ngerasa ngegeleong atau agak goyang
- Kebetulan Nmax saya ABS, ketika rem mendadak gampang banget ABS bekerja.
Pilihannya ada antara Pirelli atau Battlax, ya memang harga Pirelli dan nama besarnya bikin mupeng..tapi karena sehari2 saya buat boncengan, agak2 ragu juga untuk mileage Pirelli ini.
Akhirnya memantapkan diri untuk ambil Battlax yang gak pernah bikin saya kecewa.
Pas kemaren lagi ngecek ban, eh ternyata udah kena TWI (Tyre Wear Indicator) jadilah saya berburu ban alternatif untuk Nmax saya.
Gejala ban sudah minta diganti uda muncul sebulan belakangan ini, cuma karena saya belum liat kondisi ban belakang, akhirnya saya santai2 aja..
Gejala yang timbul dari ban yang minta diganti yang saya rasakan itu :
- Ketika berada di marka jalan, motor ngerasa ngegeleong atau agak goyang
- Kebetulan Nmax saya ABS, ketika rem mendadak gampang banget ABS bekerja.
Pilihannya ada antara Pirelli atau Battlax, ya memang harga Pirelli dan nama besarnya bikin mupeng..tapi karena sehari2 saya buat boncengan, agak2 ragu juga untuk mileage Pirelli ini.
Akhirnya memantapkan diri untuk ambil Battlax yang gak pernah bikin saya kecewa.
Friday, 2 December 2016
MOTOR BARU.. VERSYS 250 DAN VSTORM 250
Udah lama gak nulis, pedahal kepikiran banyak yang pengen dibahas.
Kali ini saya coba membahas Versys 250 dan Vstorm 250, motor ini menarik sekali untuk saya.. meskipun kemungkinan belinya sangat kecil..
- 250cc, menurut saya sangat cocok untuk jalanan Indonesia.
- Motor adventure harusnya ringan, ground clearance tinggi dan pastinya nyaman...
VERSYS 250
Melihat Versys 250...saya suka designnya yang mirip motor gurun..tinggi..ramping..
Penggunaan velg depan yang lebih besar dari belakang juga menarik, karena berpengaruh dengan handling.
Penggunaan velg jari2 sih selera, tapi saya netral saja.
Kalau takut velg jari2 engga bisa tubeless, jangan khawatir, banyak siasat buat bikin velg jari2 jadi tubeless.
Saya sendiri pernah buat velg jari2 jadi tubeless 8 tahun yang lalu..yupp...modalnya murah koq... :)
Dilihat dari fotonya, ground clearancenya sepertinya lebih tinggi dari motor Kawasaki 250 lainnya. Untuk bobot saya sih cukup membantu yah, gak gampang gesrut polisi tidur.
Nah, sayangnya kemarin ini saya sempat dengar bahwa mesin yang digunakan sama persis dengan Ninja 250 / Z250. Mappingnya pun sama persis.. Kalau benar seperti itu, sayang sekali, karena menurut saya pribadi motor adventure seperti ini harusnya memiliki power di RPM rendah.
VSTORM 250
Designnya mungkin agak aneh dengan menggunakan lampu bulet, tapi memang lampu bulet menurut saya sih abadi banget, tetap menarik dilihat di motor2 baru.
Penggunaan mesin yang disinyalir sama persis dengan Suzuki Inazuma memberikan keunggulan power sudah keluar di RPM rendah.
HANYA SAJA motor ini terkenal berat, sepintas ground clearance pun tidak beda dengan pendahulunya Suzuki Inazuma.
Meskipun banyak disebut2 menggunakan mesin DOHC, tapi kalau dilihat dari bentuk head mesinnya, harusnya sih SOHC yah.
Shock belakang kalau diintip sama persis dengan Inazuma, non link. Ya, shock Inazuma menjajikan kenyamanan dalam berkendara sih..
Velg depan belakang sama2 17 inch bikin kurang greget gak kaya Vstrom 650.
Mau yang mana? sepertinya tetap setia dengan Inazuma saya dulu.
Regards,
Pistonfork
Subscribe to:
Posts (Atom)





