Hi gaes...
Setelah lama vakum, akhirnya punya topik soal motor2an nih..
Beberapa waktu belakangan ini banyak yang nanya ke saya apa aja sih yang perlu disiapkan buat nyentul?
Perlu di ketahui, saya lebih mendukung kebut2an di closed track atau sirkuit..
Kenapa? bukannya resikonya tinggi?
Yup..resiko selalu ada, tapi di sirkuit atau closed track, kita bisa meminimalkan resiko2 yang unpredictable.
Back to topic, kayanya yang ini saya cerita di cerita berikutnya aja deh.
OK... jadi yang perlu disiapkan adalah MOTORnya.. dan RIDERnya...
Showing posts with label CBR. Show all posts
Showing posts with label CBR. Show all posts
Saturday, 1 December 2018
Wednesday, 2 March 2016
REVIEW : Jas hujan oxford (Oxford Rain Seal Trouser and Jacket)
Memasuki bulan Maret, intensitas hujan malah semakin besar dibanding Februari. Banjir dan genangan air mulai muncul dimana2...
Kali ini pistonfork bakal bahas perlengkapan buat ujan2annya pistonfork. Sebenernya awalnya engga ada niatan buat punya riding gear waterproof, cuma setelah dipikir2..kayanya bete juga yah kalo pulang kerja atau lagi riding, ujan, sarung tangan kebasahan..ngeringinnya kan cukup lama tuh. Akhirnya dicobalah cari2 sarung tangan yang waterproof. Tapi sarung tangannya dibahas di artikel terpisah yah.
Kali ini pistonfork bakal bahas perlengkapan buat ujan2annya pistonfork. Sebenernya awalnya engga ada niatan buat punya riding gear waterproof, cuma setelah dipikir2..kayanya bete juga yah kalo pulang kerja atau lagi riding, ujan, sarung tangan kebasahan..ngeringinnya kan cukup lama tuh. Akhirnya dicobalah cari2 sarung tangan yang waterproof. Tapi sarung tangannya dibahas di artikel terpisah yah.
Thursday, 17 December 2015
Sedikit tips untuk jual motor ketika diminta untuk tes drive
"TOLONG BANTU SHARE YAH BRO……
Saya baru saja kena tipu dengan pembeli melaui OLX yang mana saya dititipi motor HD Sporster oleh teman saya Danny Taylor yang kebetulan pulang ke USA ,lalu dia menitipkan motor2nya di saya,ada 4 motor yang 3 motor (CB,Yamaha Trail,Kymco) kebetulan mati dan saya taruh di kantor,dan 1 lagi Motor HD Sporster th 2002 yang saya taruh dirumah teman saya supaya bisa dirawat.
Singkat cerita saya ada pembeli melalui OLX yang akan datang kerumah janjian pertama gak ada response lalu ternyata dia bales lagi keluar kota dinas.
Pada senin tgl 13 Des jam 19.10 pembeli datang yang menurut pembeli mengaku bernama Bagus,tapi sempat saya liat di profile wa nya Dimas Wicaksono.
Pembeli datang ditemani yang menurut dia adalah supir dari kantor karena dia mengaku sebagai pegawai dept kehutanan bag keuangan,dia berniat membeli sporster karena dia mau cari yg agak kecilan karenan dia punya Roadking di Magelang.
Setelah dicoba nyalakan lalu ngobrol sebentar dan sempat dia tanyakan kalo beli sparepart GPS dimana ? saya gak terpikir bahwa pertanyaan itu menjebak yg intinya motor itu ada GPS atau tidak ?
Lalu pembeli menanyakan apakah bisa mencoba,saya tidak tau kenapa saya membiarkan dengan cepat dia mencoba padahal pembeli sebelumnya saya tidak kasih untuk mencoba.
Setelah sekitar 5 menit sambil menunggu saya tawarkan supirnya minum sambil saya tanyakan “bapak supirnya orang tadi ?” lalu dia menjawab bukan saya hanya rent car sewaan saja + supir di jimbaran yang janjian didekat gang jenggala keramik jl uluwatu 2. Sontak saya langsung loncat ambil motor mengejar motor tersebut sampai lampu merah taman Griya saya terus susuri sampai simpang siur Ngurah rai,tapi tidak ketemu.
Ciri2 pelaku adalah Gendut besar,brewokan penuh seperti orang india,pakai kacamata dan topi,pada saat datang dia menggunakan kaos Harley Davidson.
Bagi yang menemukan motor tersebut ataupun ada yang menawarkan motor tersebut tolong diinfo ke saya,Insya Allah akan kami berikan imbalan (Reward)
Dan saya pun pribadi sudah memberikan informasi kejadian ini ke pemilik yang sebenarnya Mr Danny Taylor dan istrinya yang kebetulan orang asli WNI untuk sabar dan memberi waktu saya untuk mencari dan saya akan tetap bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi
Apabila ada pertanyaan atau masukan,informasi yang sifatnya bisa menggangu penyelidikan mohon di japri saja
Hati2 bagi pemilik motor yang mengiklankan secara online,jangan sekali2 memberikan mereka untuk mencoba"
Cerita diatas adalah status salah satu pengguna Facebook yang kehilangan motor Harley Davidson Sportster. Modus operasinya pun masih terbilang mirip dengan cerita2 yang lain, menggunakan mobil sewaan atau mungkin ojek..pura2 tes drive..lalu kabur deh dengan motor curian tersebut.
Wednesday, 25 November 2015
FOTOGRAFI : Simple strobist on your bike
Mau share sedikit tentang foto2 yang motor saya sendiri yang bermodalkan alat seadanya. Sebenarnya foto ini sudah diambil cukup lama, sebelum si Orange ganti baju.
Saya ga mau bahas kamera, lensa dan flash yang saya gunakan secara mendetail. Foto ini bisa dibuat menggunakan kamera apa saja yang bisa strobist dan pengaturan manual dan dengan lensa apa saja.
Foto dibawah ini diambil secara strobist, dengan peralatan :
- 1x Kamera
- 1x Lensa
- 1x Flash
- 1x Trigger
- 1x Tripod
- 1x Wireless remote
Saya ga mau bahas kamera, lensa dan flash yang saya gunakan secara mendetail. Foto ini bisa dibuat menggunakan kamera apa saja yang bisa strobist dan pengaturan manual dan dengan lensa apa saja.
Foto dibawah ini diambil secara strobist, dengan peralatan :
- 1x Kamera
- 1x Lensa
- 1x Flash
- 1x Trigger
- 1x Tripod
- 1x Wireless remote
Monday, 23 November 2015
INFO INAZUMA : Velg Suzuki Inazuma rawan pecah?!?
Suzuki Inazuma, motor yang di release sejak 2012 lalu memiliki dimensi paling besar, paling berat dibanding kompetitor 250cc lainnya. Sayangnya sepertinya velg depan dan belakang motor ini cukup ringkih. Sudah ada beberapa teman pengguna Suzuki Inazuma yang mengalami pecah velg. Dari yang menghantam lubang dan menginjak balok.
Satu teman saya pengguna Inazuma asal Bandung yang bercerita velgnya pecah depan belakang sewaktu menghantam lobang sewaktu morning riding.
Sewaktu mendengar cerita ini, saya cukup kaget karena yang besangkutkan tidak mengalami kecelakaan atau terjatuh dari motor. Sebenarnya cerita ini sudah cukup lama, tapi pagi hari ini ketika membuka facebook, saya mendapati cerita yang sama menimpa pengguna Suzuki Inazuma di grup.
Seperti yang kita lihat, menurut ybs velgnya pecah setelah menghajar balok, dan yang pecah pun velg belakangnya. Kejadian velg bisa pecah seperti ini memang ada banyak kemungkinan, mungkin karena kurang angin pada saat kejadian, atau mungkin juga menghantam lobang yang cukup dalam. Tapi, tidak seharusnya kejadian sampai seperti ini, karena ini bukan velg full magnesiun atau carbon yang biasa digunakan untuk balapan di sirkuit.
Sebenarnya saya pribadi pernah mengalami hal yang sama, hanya saja tidak sampai pecah. Velg sedikit peang di bibirnya. Waktu itu saya beranggapan karena pemakaian ban profil 60 yang tipis mungkin menjadi penyebabnya. Seketika itu velg saya press dan ganti dengan profil 70.
Memang sampai saat ini velg depan belakang saya masih aman belum pernah pecah (jangan sampai dan amit2 deh). Seingat saya masih ada 2-3 kasus yang menimpa velg Suzuki Inazuma. Mungkin pihak Suzuki bisa melakukan ivenstigasi mengenai velg Inazuma ini?
Banyak dari pemilik Suzuki Inazuma yang mengganti velg depan belakangnya dengan Suzuki Bandit 400 yang diyakini lebih kuat dan lebih ringan meskipun ukurannya sama.
Jadi..apakah ada yang salah dengan velg Suzuki Inazuma?
Regards,
AKG
Satu teman saya pengguna Inazuma asal Bandung yang bercerita velgnya pecah depan belakang sewaktu menghantam lobang sewaktu morning riding.
Sewaktu mendengar cerita ini, saya cukup kaget karena yang besangkutkan tidak mengalami kecelakaan atau terjatuh dari motor. Sebenarnya cerita ini sudah cukup lama, tapi pagi hari ini ketika membuka facebook, saya mendapati cerita yang sama menimpa pengguna Suzuki Inazuma di grup.
Seperti yang kita lihat, menurut ybs velgnya pecah setelah menghajar balok, dan yang pecah pun velg belakangnya. Kejadian velg bisa pecah seperti ini memang ada banyak kemungkinan, mungkin karena kurang angin pada saat kejadian, atau mungkin juga menghantam lobang yang cukup dalam. Tapi, tidak seharusnya kejadian sampai seperti ini, karena ini bukan velg full magnesiun atau carbon yang biasa digunakan untuk balapan di sirkuit.
Sebenarnya saya pribadi pernah mengalami hal yang sama, hanya saja tidak sampai pecah. Velg sedikit peang di bibirnya. Waktu itu saya beranggapan karena pemakaian ban profil 60 yang tipis mungkin menjadi penyebabnya. Seketika itu velg saya press dan ganti dengan profil 70.
Memang sampai saat ini velg depan belakang saya masih aman belum pernah pecah (jangan sampai dan amit2 deh). Seingat saya masih ada 2-3 kasus yang menimpa velg Suzuki Inazuma. Mungkin pihak Suzuki bisa melakukan ivenstigasi mengenai velg Inazuma ini?
Banyak dari pemilik Suzuki Inazuma yang mengganti velg depan belakangnya dengan Suzuki Bandit 400 yang diyakini lebih kuat dan lebih ringan meskipun ukurannya sama.
Jadi..apakah ada yang salah dengan velg Suzuki Inazuma?
Regards,
AKG
Tuesday, 22 September 2015
INFO INAZUMA : Sedia kabel kopling sebelum putus!!
Share sedikit ah tentang kejadian kemarin sore. Sebenernya udah sempet kepikiran sejak lama sih, cuma karena lupa akhirnya jadi keburu putus deh ini kabel.
Pulang kantor kemarin sore dari Sudirman ke arah Tanjung Duren lewat cideng, sampe cideng koq handle kopling bunyi "krek" trus tiba2 kabel kopling molor cukup jauh. Udah kebayang deh langsung "wah ini sih kabelnya putus nih" pas di teken lagi ternyata belum putus full, sepertinya masih setengahnya yang putus.
Mana daerah cideng bengkel motor agak jarang lagi...alhasil cuma bisa berdoa supaya kabel engga putus semua sampe ketemu bengkel terdekat. Untungnya sampai Taman Anggrek masih aman, akhirnya cari bengkel kecil. Beli kabel kopling vespa (nilonnya saja) dan napel.
Pas sampe rumah langsung bongkar deh..kabel kopling yang baru putus setengah akhirnya diputusin biar bisa dikeluarin. Abis itu tinggal masukin si kabel kopling vespanya ke rumah kabel aslinya. Di ujungnya tinggal dipasangin napel. Beres deh..untuk sementara masih bisa digunakan.
Cara ini pernah saya gunakan dulu waktu masih pake Thunder 250. Kabel kopling Suzuki Thunder apalagi Inazuma sangat sulit ditemukan di bengkel2 umum. Solusinya adalah seperti ini.
Engga mau khawatir 2 kali...akhirnya saya beli 1 set lagi (kabel kopling + napel) dan saya taruh dibawah jok buat jaga2 aja.
Saya engga bisa foto cara pengerjaannya karena tangan saya kotor dan hari sudah gelap. Hasil jadinya adalah seperti ini :
Karena sisa kabelnya masih cukup panjang, ya sudah akhirnya saya gulung lalu saya ikatkan kabel tis. Sebenarnya bisa saja di potong, cuma berdasarkan pengalaman ketika sudah dipotong, kabel tersebut tidak bisa digunakan lagi dikemudian hari. Karena bekas potongan akan merusak lilitan kabel sehingga sulit dimasukan ke napel.
Buat pengguna Inazuma, harap diperhatikan jalur kabel koplingnya. Punya saya terlihat ada patahan di bagian deket komstir, dan kebetulan kabel kopling yang putus pun ketika diukur kira2 di sekitar situ.
Salam,
AKG
Labels:
CBR,
CBR 150,
CBR 250,
CBR250 ABS,
CBR250 non ABS,
Clutch,
GW250,
Honda,
Inazuma,
Info Inazuma,
Kabel,
Kawasaki,
Kopling,
Suzuki,
Yamaha
Wednesday, 22 July 2015
MODIFIKASI INAZUMA : Master rem ER-6 Thailand di Suzuki Inazuma
Setelah beberapa saat menggunakan kaliper Brembo dengan master rem standar, lama2 terbiasa dengan travel rem nya yang panjang. Cari2 master rem ada banyak referensi masuk, dari limbah moge, ZX6, RCS dan ER6. Kebetulan master rem ER6 Thailand yang paling cocok dengan kantong saya saat ini.
Labels:
Brembo,
CBR,
Honda,
Inazuma,
Kaliper,
Kawasaki,
Master rem,
Modifikasi Inazuma,
Motorcycle,
Ninja,
R25,
Sepeda Motor,
Suzuki,
Yamaha,
Z250
Tuesday, 14 July 2015
MODIFIKASI INAZUMA : Upgrade kaliper Brembo 4 piston 2 pin di Suzuki Inazuma
Iseng punya iseng kebetulan lagi ada budget yang sedikit longgar, akhirnya cari2 and ketemu limbah moge kaliper brembo 4 piston 2 pin kiri..bisa dipakai di Inazuma saya.. Singkat kata dikontaklah sellernya, setelah nego, akhirnya Brembo pun dikirim ke tempat saya. Sebelumnya minta garansi bocor dan jaminan bahwa kalipernya ori.
Menurut temen2, kaliper Brembo yang ori, warna pistonnya hitam, bukan putih. Itu karena piston Brembo yang bahannya dari carbon. Ukuran piston yang depan pun lebih besar dari yang belakang.
Selang berapa hari, akhirnya si Brembo pun datang, langsung janjian sama koh Welly di Cinere buat pasang itu Brembo. Sebelumnya memang sudah ukur2 pakai yang kanan, memang ada kendala pemasangan di Inazuma. Palang velg yang tebal dan mungkin cakram yang kurang lebar bikin si kaliper ini mentok sama palang velgnya. Akhirnya dibuatin bushing supaya si cakram agak keluar.
Proses pembuatan bracketnya sih waktu itu cukup lama, soalnya belum ada mal nya..setelah dipasang, buang angin..akhirnya terpasanglah dan tes jalan..
Rasanya sih ini rem memang pakem, empuk..tapi karena masih menggunakan master rem standar inazuma, kayanya jadi engga maksimal pengeremannya. Travel si tuas rem nya jadi panjang, jadi setelannya harus dipasang ke 1.
Regards,
Arvin
Menurut temen2, kaliper Brembo yang ori, warna pistonnya hitam, bukan putih. Itu karena piston Brembo yang bahannya dari carbon. Ukuran piston yang depan pun lebih besar dari yang belakang.
Selang berapa hari, akhirnya si Brembo pun datang, langsung janjian sama koh Welly di Cinere buat pasang itu Brembo. Sebelumnya memang sudah ukur2 pakai yang kanan, memang ada kendala pemasangan di Inazuma. Palang velg yang tebal dan mungkin cakram yang kurang lebar bikin si kaliper ini mentok sama palang velgnya. Akhirnya dibuatin bushing supaya si cakram agak keluar.
Proses pembuatan bracketnya sih waktu itu cukup lama, soalnya belum ada mal nya..setelah dipasang, buang angin..akhirnya terpasanglah dan tes jalan..
Rasanya sih ini rem memang pakem, empuk..tapi karena masih menggunakan master rem standar inazuma, kayanya jadi engga maksimal pengeremannya. Travel si tuas rem nya jadi panjang, jadi setelannya harus dipasang ke 1.
Regards,
Arvin
Labels:
Brembo,
CBR,
GW250,
Honda,
Inazuma,
Kawasaki,
Modifikasi,
Modifikasi Inazuma,
Motorcycle,
Ninja,
R15,
R25,
Suzuki,
Yamaha
Wednesday, 8 April 2015
Pembersihan ruang bakar (Infus) untuk sepeda motor
Seiring dengan berjalannya waktu, pasti di ruang bakar akan menumpuk sisa2 dari pembakaran, yang lama kelamaan akan menjadi kerak..yang tentunya akan menurunkan performa motor kesayangan kita.
Dulu biasanya kita harus bongkar ruang pembakaran (blok atas dan seher) yang biasa disebut servis besar. Yang kemudian setiap partnya kita bersihkan. Sekarang kita bisa melakukannya lebih mudah dengan infus.
Waktu yang kita butuhkan untuk melakukan infus dan servis besar sangatlah jauh. Infus jauh lebih singkat, paling lama 1-1.5 jam, sudah termasuk bongkar pasang. Bayangkan kalau servis besar butuh waktu seharian, plus dengan motor multi silinder yang waktu pengerjaannya bisa berkali lipat.
Dulu biasanya kita harus bongkar ruang pembakaran (blok atas dan seher) yang biasa disebut servis besar. Yang kemudian setiap partnya kita bersihkan. Sekarang kita bisa melakukannya lebih mudah dengan infus.
Waktu yang kita butuhkan untuk melakukan infus dan servis besar sangatlah jauh. Infus jauh lebih singkat, paling lama 1-1.5 jam, sudah termasuk bongkar pasang. Bayangkan kalau servis besar butuh waktu seharian, plus dengan motor multi silinder yang waktu pengerjaannya bisa berkali lipat.
Labels:
Busi,
CBR,
Digioto,
GW250,
Honda,
Inazuma,
Infus,
Kawasaki,
Modifikasi,
Motorcycle,
Ninja,
Performance,
R25,
Servis,
Servis Besar,
Suzuki,
Yamaha
Subscribe to:
Posts (Atom)


